--------------------------
School of Love
--------------------------
" Anda hanya bisa menyintai dengan cara yang anda pelajari"
Lembaga Pengajaran cinta terbentuk dari sekumpulan guru atau pengajar yang turut serta menanamkan sahamnya dalam pembentukan cara pandang cinta dalam otak kita. Dari tahun ketahun otak kita menyimpan cara pandang dari yang mengajarkan kepada kita etika dalam berinteraksi tentang cinta. Maka amatlah penting bagi kita untuk mengerti lebih jauh para guiru cinta itu :
# Guru pertama keluarga
Bisa saja sebuah keluarga menjadikan keluarga surgawi yang damai, dal;am dunia yang nyaris tanpa hati seperti sekarang.Cinta itu juga yang awalnya membentuk keluarga tempat kita tumbuh.
# Guru kedua : Pengajaran di Sekolah
Sekolah merupakan sumber utama kedua pada proses pembentukan kepribadian kita. Bisa positif tapi bisa pula negatif. Jika cinta yang dipelajari oleh para guru itu adalah jenis cinta yang kering. rentan, dangkal, sok berkuasa, atau penuh kepentingan, maka itulah yang pasti mereka bawa ajarkan dan wariskan kepada anak-anak didik mereka.
# Guru ketiga : Sahabat
Persahabatan bisa menjadi sarana tukar pemikiran, cara pandang dan adat istiadat, Baik itu positif maupun negatif. Semuanya saling mempengaruhi melalui proses yang amat efektif. Para sahabat berperan mentransformasikan cara berpikir mereka pada yang lain, termasuk yang berkenaan dengan cinta dan seks. Mereka belajar dari sesama mereka tentang pengetahuan dan cara dalam bercinta.
# Guru keempat: Masyarakat
Saat kita tumbuh dewasa, masyarakat turut berkontribusi dalam mencerdaskan kita. Termasuk dal;am soal cinta. Pada umumnya orang akan berkenalan dengan kewajiban sosial yang harus dijalani nantinya. Baik sebagai orang yang mencintai atau dicintai.
# Guru kelima : Media masa
Banyak di antara diantara kita yang mengetahui dan belajar tentang cinta melalui media massa, baik media cetak maupun media elektronik. Bersamaan dengan berjalannya waktu, kata cinta telah diidentikan dengan makna yang selama ini ditanamkan olaeah dunia perfilman kedalam otak kita, sebuah hubungan cinta yang terbatas hanya pada jalinan cinta antara lelaki dan wanita saja.
# Guru keenam: Promosi dan Periklanan
Komersialisasi terhadap cinta yang menjadikanya laksana barang dagangan itu terlihat lebih jelas dalam berbagai baentuk macam iklan, yang senantiasa berupaya mengambil keuntungan dari cinta itu demi kepentingan bisnis semata. Mereka menyamakan cinta dengan seks.Sebuah tim peneliti menanyakan kepada anak-anakdi bawah usia sepuluh tahun tentang pengertian mereka akan cinta, Cinta itu tatkala kau mengatakan kepada seseorang bahwa kemejanya bagus.sedangkan anak yang lain mengatakan cinta itu tatkala seorang anak gadis menyemprotkan parfum pada dirinya,demikianlah yang dilakukan anak lelaki, kemudian mereka duduk bersama saling menikmati aroma harum mereka.
Dari sini kita bisa memahami sebuah tamsil Allah swt, seperti mengubah manusia menjadi kera atau babi, ketika kata cinta yang paling agung turun derajatnya hanya di maknai pada hubungan yang penuh dosa antara pemuda dan pemudi.
# Guru ketujuh : Wawasan pribadi
Selain peran langsung keenam guru di atas, sesunggyhnya diri anda sendirilah yang menyusun rancangan cinta pribadi yang anda miliki. ini memengaruhi wawasan pribadi juga semua yang dikonsep oleh seseorang didalam otaknya, dalam rangkah membentuk etika cinta yang bersangkutan.
Dr. Helmstetter mengatakan' apapun yang anda konsep dalam otak anda, baik itu positif maupun negatif pada akhirnya anda pasti akan memetik hasilnya"
Oleh karena itu kemampuan seseoran dalam mempelajari cinta ditentukan oleh wawasan orang tersebut. Wawasan seperti ini bisa ditanamkan oleh keluarga. Maka dari itu frank Outlaw mengatakan " perhatikanlah pemikiran anda, niscaya ia akan menjadi tindakan,. Dan perhatikan tindahkan anda, karena ia akan menjadi kebiasaa. Perhatikan kebiasaan anda, karena niscaya akan menjadi kepribadian anda, karena ia pasti menentukan hasil akhir diri anda.!"
Bagi anda yang mau komentar di tampung yaa, salam Cinta Sejati aishiteru.. ^_^
( Dr. Leo buscaglia)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar